Rabu, 30 November 2016

Pohon Perindang di SMA Negeri 4 Yogyakarta


SMA Negeri 4 Yogyakarta mempunyai dua pohon besar yang menjadi peneduh halaman sekolah, pohon ketapang dan pohon kelengkeng.
Pohon ketapang (Terminalia catappa) merupakan pohon yang tumbuh  tinggi dengan cabang yang menyebar dengan dedaunan pohon yang rimbun. Meskipun pohon ini sering mengotori halaman sekolah, namun hal ini  setimpal dengan rasa nyaman, udara sejuk, dan tempat teduh yang disediakan oleh  pohon yang berasal dari Asia ini.

(pohon ketapang)



Pohon kedua, yang berguna sebagai penyuplai oksigen dan sebagai pohon  hias adalah Dimocarpus longan atau biasa disebut dengan pohon kelengkeng. Pohon yang berasal dari Asia Tenggara ini memiliki beberapa jenis, mulai  dari pohon jenis Myanmar, Tiongkok, Australia, Taiwan, Thailand, dan Jawa. Pohon kelengkeng Jawa merupakan jenis pohon yang ditanam.
(pohon kelengkeng Jawa)
Pohon kelengkeng dan ketapang ini, sangat berguna di beberapa acara yang  diadakan di halaman sekolah. Selain menjadi peneduh, kedua pohon ini juga sering dijadikan sebagai objek foto. Tidak hanya itu, kedua pohon ini juga 
sering dihias  dengan beraneka aksesoris, guna menambah nilai estetika.
Perawatan untuk kedua pohon, terbilang cukup mudah. Kedua pohon tidak 
perlu  disirami terlalu sering, karena bisa berdampak buruk bagi pohon. Air hujan  meurpakan media penyiraman bagi kedua pohon ini. Perawatan yang lain adalah membersihkan tanaman liar di sekitar pohon dan                           daun – daun yang berguguran di halaman sekolah.

Isna Nur Faridha & Salma Khansa Fairuza









UBAH WAJAH BARU SEKOLAH DENGAN GERAKAN TANAM POHON


YOGYAKARTA – Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih, SMA Negeri 4 Yogyakarta melakukan gerakan tanam pohon yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari guru, siswa, hingga petugas kebersihan sekolah ikut andil dalam kegiatan ini.
Dengan diadakannya kegiatan ini, sekolah yang dulunya terlihat kurang sejuk disulap menjadi sangat hijau. Ruangan di depan yang dulunya digunakan untuk lahan parkir dirombak dan diubah menjadi taman. Tanaman yang dulunya kurang beraturan di lapangan tengah disusun ulang dan sebagian dipindahkan ke bagian selatan sekolah untuk dibuat taman lagi. Gerakan ini juga didukung oleh pihak sekolah dengan menyediakan berbagai macam bibit tanaman. Tapi tidak hannya itu, para siswa juga dengan semangat membawa tanaman kurang lebih lima tanaman untuk menghijaukan tiap kelas.
Tentunya gerakan tanam pohon ini juga tidak lepas dari peranan panitia adiwiyata yang dengan semangat mengkoordinasikan seluruh perangkat sekolah supaya bekerjasama dalam mewujudkan sekolah yang bersih. “Walaupun pelaksanaannya kurang direncanakan dan masih terbengkalai, adiwiyata kali ini berhasil membuat wajah baru ke SMA Negeri 4 Yogyakarta.” ucap Sekar, salah satu panitia adiwiyata.
Tidak hanya berperan dalam penghijauan, panitia juga melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengumpulkan barang-barang bekas lalu menjualnya. Uang hasil penjualan lalu diberikan ke osis untuk dibelikan bibit tanaman baru. “Kita juga mengumpulkan barang-barang bekas untuk ditimbang dan dijual.”ucap agrita, salah satu panitia sie penimbangan.

Harapannya dengan dilaksanakannya gerakan ini, SMA Negeri 4 Yogyakarta bisa menjadi lebih hijau dan sejuk lagi. Juga, dapat mengurangi polutan yang sudah mulai menjadi masalah di kota Yogyakarta kini. 

Fardan Berliansyah W.

Jaga Kesehatan, Harus Hemat Air Pula

Kamis (17/11) pukul 10.02 WIB waktu itu murid SMA N 4 Yogyakarta sedang melaksanakan istirahat. Kami mendapati murid-murid yang senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah makan. Dalam hal ini, dapat dilihat bahwa mereka sangat memperhatikan kesehatan. Namun, hal ini juga terkait dengan pemborosan air. 

“Saya sering melihat siswa yang senang bermain air. Misalnya, ketika mereka selesai mencuci tangan, mereka tidak langsung mematikan kran, tetapi mereka akan memercikkan air kemana-mana, seperti kepada temannya yang kebetulan lewat,” kata Ida, salah satu murid kelas X SMA N 4 Yogyakarta.

“Pemborosan air lainnya yang sering dilakukan siswa yaitu ketika mereka sudah menyalakan kran,  mereka tidak langsung memakainya, tetapi disambi ngobrol dengan temannya dulu,” kata Novia, salah satu  murid kelas X SMA N 4 Yogyakarta.

Hal ini mungkin tidak hanya terjadi di SMA N 4 Yogyakarta saja. Maka dari itu, kita harus lebih memperhatikan pemakaian air agar tidak terjadi pemborosan. Akibat dari pemborosan air adalah air akan cepat  habis dan lama kelamaan dapat menyebabkan kekeringan.

Wulan Dwi Rachmadianty

Kerja Sama Energi dan Olahraga

Manusia dapat beraktivitas dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya energi. Energi ini diperoleh dari proses mengonsumsi bahan pangan yang mempunyai zat gizi, seperti : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Zat gizi inilah yang diproses di dalam tubuh menjadi energi.
Tubuh merupakan salah satu anugrah Tuhan yang sangat berharga. Tubuh membutuhkan, menghasilkan, dan mengeluarkan energi yang dapat digunakan dalam beraktivitas. Semakin sehat jiwa dan raga manusia, energi juga semakin bertambah, salah satunya dengan berolahraga, dengan catatan sesuai porsi keadaan kita.

Kegiatan olahraga tidak hanya mengasyikan, tetapi juga menyehatkan, terutama jika dilakukan dengan rutin seperti kegiatan olahraga di sekolah yang sudah terjadwal. Olahraga menjadi mata pelajaran yang meliputi materi maupun praktek olahraga sesuai kebjakan sekolah.

Olahraga terbagi menjadi berbagai cabang berdasarkan jenis dan kegiatan olahraga, seperti : bidang atletik, bidang aquatik, bidang bola besar atau kecil, dan bidang udara. Maka tak hayal, olahraga sering dijadikan ajang tanding,  seperti pertandingan olahraga untuk SMA.

Di SMA Negeri 4 Yogyakarta memiliki Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dipersiapkan untuk menghadapi lomba olahraga sesuai cabangnya. Kelas khusus ini mempunyai keahlian dan tambahan materi di bidang olahraga dibandingkan kelas reguler yang biasanya mendapat 3 jam pelajaran olahraga dalam  seminggu.
Berbagai kejuaraan di bidang olahraga pernah diraih oleh SMA Negeri 4 Yogyakarta, seperti olahraga di bidang basket, futsal, sepak bola, renang, dan  masih banyak lagi.
Jadi berolahraga dapat membentuk jiwa dan raga yang sehat, serta menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas positif.

Imawan Wichaksana


Kata Mereka Mengenai Tanaman Berkayu

Pohon, siapa tidak mengenal pohon? Tanaman berkayu dengan daun hijau dan penuh manfaat ini sungguh berarti bagi kehidupan manusia. Berfungsi mengurangi polusi dan menjaga kestabilan tanah dan air menjadi fungsi  utamanya.

Pohon memiliki berbagai jenis yang terbagi sesuai klasifikasinya. Mulai dari pohon berbuah, pohon untuk bangunan, pohon untuk penghijauan, dan masih banyak lagi jenis dan fungsi pohon.

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa siswa mengenai fungsi dan tanggapan terhadap pohon, meliputi :
Alda Ramandia Putri
X MIPA1
(kanan)
“ Kalau menurtku phon itu penting, karena selain penting bagi kehidupan, pohon juga membuat lingkutan lebih asri. “

Febriana Nur Hasanah
X MIPA 1
(kiri)
“ Pohon itu penting, penting sekali bagi kehidupan, karena pohon menghasilkan oksigen. “





 Lulu Fadilah Vuraida
X MIPA 1
“ Pohon itu rindang, sejuk, dan nyaman, seperti pohon ketapang atau pohon angsana. Terkadang pohon juga penting sebagai hiasan. “







Muhammad Naufal Faza
X MIPA 2
“ Pohon sangat berkesan bagi setiap orang, pohon itu kuat dan kokoh. Pohon menjaga tanah agar tetap kuat, sehingga terhindar dari erosi dan pohon menyerap air, sehingga mengurangi munculnya banjir. “






Muhammad Yusuf Ilham (kiri)
X MIPA 1
“ Pohon berfungsi sebagai tempat untuk berteduh, sehingga tidak terlalu panas. Oksigen yang dihasilkan pohon juga penting. “
Rangga Maulana Fauzi (tengah)
X MIPA 1
“ Pohon itu penting bagi kehidupan, tidak hanya berguna bagi manusia saja, tetapi untuk hewan dan lingkungan. Meskipun pohon mempunyai banyak manfaat, namun pohon juga perlu dijaga, jadi kesadaran akan pentingnya merawat dan menjaga pohon itu penting sekali. “
Renaldy Suprayoga Ramadhan (kanan)
X MIPA 1
“ Pohon itu mempunyai klorofil yang dapat digunakan untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang penting bagi kehidupan. Pohon membutuhkan karbondioksida untuk diolah menjadi oksigen. “



Chatarina Khansa Permata
(kiri)
Florencia Irena Lukman
(kanan)
XI IPA 5
“ Pohon itu bisa menjadi tempat tinggal beberapa hewan, contohnya burung. Pohon tidak hanya indah di mata, namun sejuk dirasa. “




   Fardhan Berliansyah Walyadani
 (kiri)
Ando (panggilan akrab)
(kanan)
“ Pohon bisa dijadikan sebagai objek foto, apalagi selfie sudah merajalela, maka  dari itu, pohon sering dijadikan sasaran. “


Dari beberapa informasi yang telah diperoleh, dapat kita simpulkan bahwa pohon itu memang penting, pohon memeberikan banyak manfaat, seperti oksigen, tempat berteduh, membantu lingkungan, dan masih banyak lagi. Tetapi pohon juga makhluk hidup, sehingga pohon juga perlu dijaga dan dirawat.
Jadi jika kita memberikan bantuan kepada pohon, pohon juga memberikan bantuan kepada kita, sehingga tercipta interaksi, khususnya hubungan mutualisme (hubungan timbal balik yang saling menguntungkan).

Imawan Wichaksana










Kantin Patbhe Juara Mie Ayamnya

Kantin merupakan bagian terpenting di dalam lingkungan sekolah. Ketika siswa sedang  beristirahat setelah KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), mereka pasti menyempatkan diri mampir  untuk mengisi kekosongan perut mereka.

Tak lain hal nya dengan patbhe. Kantin merupakan salahsatu tempat yang dibutuhkan untuk  sekedar makan dan minum. Ada hal yang menjadi favorite di kantin ini. Makanan yang cukup  populer di kalangan masyarakat. Makanan itu pastinya "Mie Ayam". Makanan yang rasanya begitu  nikmat.

Hampir setiap jam istirahat meja meja di kantin ini begitu padat dengan siswa yang ingin  memuaskan hasrat mereka untuk makan mie ayam. Bahkan terkadang harus mengantri demi mendapatkan semangkuk mie ini. Terkadang juga harus menahan kecewa saat ternyata mie ini telah habis.  Dengan dibandrol harga 6000 rupiah untuk mie ayam biasa dan 7000 rupiah mie ayam pangsit, tentunya cukup murah bagi siswa patbhe. Yang lebih luarbiasanya lagi terkadang ketika berjalan menuju kantin sering menemukan beberapa guru yang juga sedang makan mie ayam bersama. Pokoknya mie  ayam patbhe luar biasa !
Tsaniah Munfidah

Sisi Baru Patbhe

Tahun 2016 tepatnya oktober 2016 SMA Negeri 4 Yogyakarta merombak salah satu bagian sekolah yang awalnya begitu gelap dan tidak tertata menjadi bagian yang cukup bermanfaat bagi lingkungan hidup. Lahan yang awalnya berupa parkiran tak terpakai di bongkar menjadi tempat untuk budidaya tanaman. Disinilah tanaman - tanaman ditumbuhkan agar nantinya dapat ditanam atau diletakkan di sudut - sudut sekolah.

Tanaman - tanaman ini didapat sebagian dari warga sekolah dan sisanya dibeli oleh sekolah.  Tempat ini sekarang menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa yang terkadang mampir untuk berfoto. Selain itu ide sekolah ini cukup bagus bagi lingkungan karena penghijauan penting demi keselamatan bumi. Maka dari itu, kitaharus mengapresiasi tindakan sekolah dalam melakukan budidaya tanaman untuk keselamatan bumi 

Tsaniah Munfidah