Rabu, 30 November 2016

"Jangan Lupa Matikan Kipas"


Selasa (15/11) pukul 14.00 WIB saya mengambil gambar seorang siswi SMA N 4 Yogyakarta yang sedang mematikan kipas angin. Saat itu adalah jam pulang sekolah dan saya mendapati ada  seorang siswi yang sedang mematikan kipas angin disaat teman yang lain sudah keluar kelas.
“Saya sering mematikan kipas angin pada saat pulang sekolah, karena sering kali teman-teman lupa untuk mematikan kipas angin, padahal kita seharusnya melakukan pengehematan energi, bukan malah membuang energi secara sia-sia.” ujar Wulan, salah satu siswi kelas X IIS 1 di SMA N 4 Yogyakarta.
Mungkin hal semacam ini juga sering terjadi di kelas lain, namun alangkah baiknya dari  sekarang kita mulai mengurangi pemborosan energi dan melakukan penghematan energi. Dan  penghematan energi dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti mematikan kipas angin bila sudah selesai digunakan.

Hanifa Febriana Hardiani

ALISA (Aksi Lihat Sampah Ambil) Patbhe

Tim Adiwiyata SMAN 4 YK dan warga sekolah melakukan kerja bakti bersama pada 
Senin,17 oktober 2016 di sekitar lingkungan SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA. Tak hanya itu, tim adiwiyata juga membersihkan salah satu ruangan yang ada di sekolah untuk 
menjadikan ruangan itu sebagai bank sampah yang di namakan ALISA (Aksi Lihat Sampah Ambil). Tujuan utama terbentuknya bank sampah ialah untuk membantu mengurangi jumlah sampah. Keberadaan bank sampah juga membantu warga sekolah terlebih para siswa 
untuk memiliki komitmen tinggi memilah sampah sejak sekarang ini. 

“Semoga dengan terbentuknya tim adiwiyata dan bank sampah ini, dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman untuk pembelajaran kesehariannya.” Kata Ketua II tim adiwiyata SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA, Muhammad Tama.

Sampah yang akan di tabung berupa sampah anorganik yang masih memiliki harga jual. 
Bank sampah kemudian akan menjual sampah tersebut atau mengubah sampah anorganik menjadi berbagai kerajinan yang layak di jual.

Natasya Yovita Kusmiyayu Meti

Menjaga Air, Menjaga Kehidupan


Kamis (17/11) seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan salah satu kebutuhan pokok  bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Karena itu kita harus menjaga dan menghemat penggunaan  air. 

Salah satu siswa SMA N 4 Yogyakarta sudah melakukan penghemtan air dengan cara memati-kan kran setelah dipakai dan memakai air secukupnya.

 Kita harus menghemat air karena apabila kita boros dalam penggunaan air akibatnya banyak air bersih berubah menjadi air kotor dan akan mengalami kekeringan kata Mutiara, salah satu   murid kelas X SMA N 4 Yogyakarta.

Dimana pun kita berada kita harus menghemat air demi bumi kita ini. Karena air sumber  utama kehidupan makhluk hidup.

Siti Mufidah

Tertib Wudhu, Hemat Air



Selasa 22 November 2016, tampak para siswa muslim SMA N 4 Yogyakarta akan melaksanakan shalat berjamaah di Masjid SMA N 4 Yogyakarta. Sebagai bentuk penghematan air, para siswa mengambil air wudhu dengan tertib dan tidak berlama-lama sehingga air dari keran dapat digunakan dengan hemat dan seperlunya.

Maria Lintang Restu Semesta

Kebersihan Adalah Segalanya

Kata sampah sudah sering kali kita dengar sehari-hari, begitu pula saat berada di lingkungan sekolah. Sampah menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan untuk kebersihan sekolah, apalagi untuk sekolah adiwiyata seperti SMA N 4 Yogyakarta ini.

Seringkali kita melihat murid-murid yang membuang sampah sembarangan. Beberapa kali bapak ibu guru menasehati kepada  murid-murid agar membuang sampah pada tempatnya, Akan tetapi apa kenyataannya? murid-murid tidak mematuhinya. Tentu kita sebagai warga sekolah tidak mau melihat sampah berserakan dimana-mana. Sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan sekolah baik di dalam kelas maupun diluar  kelas selain itu juga dapat menjadikan suasana belajar kita tidak nyaman.

Demi tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar kita, perlu sekali dilakukan tindakan yang bersifat mengajak kesadaran kita untuk menjaga kebersihan dan bersifat mengatasi masalah di atas. Tindakan-tindakan tersebut antara lain:

1. Siswa diharapkan mempunyai kesadaran dari hati nuraninya sendiri untuk menjaga             
 kebersihan.
2. Petugas piket harus membersihkan kelas serta lingkungan sekitar.
3. Guru wajib menegur siswa yang membuang sampah sembarangan.
4. Mencatat pada buku pelanggaran.
5. Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran terutama membuang 
sampah sembarangan.

Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan. Kebersihan berp-engaruh besar tehadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga.

 “Bersih Pangkal Sehat”
acapkali kita menjumpai slogan-slogan yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan. Slogan-slogan tersebut mengajak kita untuk hidup bersih dan sehat, biasanya kita menjumpai slogan-slogan tersebut di berbagai tempat terutama di sekolah diantaranya “bersih pangkal sehat”, “kebersihan adalah sebagian dari iman”, “jagalah kebersihan”.

Akan tetapi slogan tersebut tidak kita pedulikan seperti hiasan belaka tanpa kita laksanakan, contohnya masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan, merobek-robek kertas di kelas, kalau buang air kecil tidak disiram dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu juga masih ada lagi contoh-contoh lain yang mencerminkan siswa tidak menjaga kebersihan.

 Demi tercapainya lingkungan yang indah, sehat dan bersih kita sebaiknya melakukan tindakan yang bersifat mengatasi masalah tersebut, tindakan yang sudah dilakukan di SMA kita saat ini antara lain, memilah sampah kertas, plastic, dan organik dalam 3 wadah yang berbeda dan mengurangi penggunaan kertas / plastic untuk hal yang tidak berguna. 

Tetapi, dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan sehat ini seringkali adanya hambatan, seperti jadwal piket kelas belum bisa berjalan sesuai aturan, alat kebersihan di kelas belum memadai, dan masih banyaknya siswa yang belum menyadari pentingnya kebersihan lingkungan sekolah. 

Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan. Kebersihan berpengaruh besar tehadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga. Warga sekolah selalu ber-upaya agar Patbhe bisa menjadi sekolah adiwiyata yang paput dicontoh oleh sekolah-sekolah lainnya dan dapat diterapkan warga sekolahnya di kehidupan sehari-harinya. 

Arnia Nur Anggita

Ketersediaan Air di Kamar Mandi SMA N 4 Yogyakarta

  
  
Yogyakarta - SMA N 4 Yogyakarta mempunyai kelas khusus olahraga (KKO) yang pada hari Rabu dan Sabtu melakukan latihan pagi. Setelah mereka selesai latihan pagi, mereka biasanya mandi di kamar mandi sekolah yang memang telah disediakan untuk kelas khusus olahraga. Pada kamar mandi kelas khusus olahraga tersedia shower di dalamnya. Kamar mandi untuk kelas khusus olahraga juga bisa dibilang lebih luas daripada kamar mandi yang biasa, karena untuk kamar mandi KKO ini mempunyai luas 1,4 m x 2,6 m dan kamar mandi biasa mempunyai luas 1,25 m x 1,75 m. Lalu muncul pertanyaan dari salah satu siswa yang bernama Aisyah kelas XII IPA 3 yang mengatakan bahwa bagaimana ketersediaan air untuk kelas khusus olahraga tersebut ?

Salah satu atlet basket yang bernama Nadia mengatakan bahwa air yang digunakan untuk mandi dengan menggunakan shower kadang tiba- tiba mati dan harus berebut dengan atlet yang lain. Nadia juga menambahkan bahwa hal itu dapat terjadi karena ada beberapa siswa yang menggunakannya dengan boros, jadi ada beberapa atlet yang tidak kebagian air untuk mandi. Padahal seharusnya mereka sadar bahwa berbagi itu penting.

Kejadian itu hanya terjadi di beberapa kamar mandi saja. “Kalau yang di kamar mandi khusus cewek airnya banyak, selalu tersedia penuh satu ember, tapi aku lebih suka pake shower sih,”ujar Nadia menambahkan lagi.
Ketersediaan air di beberapa kamar mandi di SMA N 4 Yogyakarta sudah bagus.Air yang tersedia di SMA N 4 Yoyakarta juga sudah bersih dan tidak berbau karat sehingga sudah lumayan nyaman untuk digunakan. Tetapi masih perlu dibenahi di beberapa kamar mandi lainnya. “Ketersediaan air harus selalu dipantau, apalagi di kamar mandi yang dikhususkan untuk KKO yang pastinya mandi dan butuh banyak air, lalu segera dibenahi untuk air yang kadang tidak keluar. Untuk para siswa yang lain seharusnya jangan boros dalam menggunakan air, supaya tidak ada lagi kejadian airnya habis atau tiba-tiba mati,” saran Nadia. Oleh karena itu para siswa berharap agar ketersediaan air di semua kamar mandi bisa terpenuhi dan tidak ada lagi air yang tiba-tiba mati atau habis. 

Dira Ayu Maharani